
Kehidupan manusia segambar dengan Allah, sebagai makhluk Ciptaan hendaknya memilikki hidup bernilai.
(Kej 1:27)
27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka.
Dimana sesuai dengan makhluk ciptaan baru, yaitu manusia baru yang bermartabat tentu tidak terlepas dari berbagai aturan, ketetapan dan hukum Tuhan dimana manusia harus saling mengasihi karena Allah adalah Kasih itu sendiri.
(1Yoh 4:8,16)
8) Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
16) Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Untuk itu kita harus senantiasa taat dan setia kepada Allah ,dimana semakin kita diberkati maka sudah sepantasnya dan selayaknyalah kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta oleh karena belas KasihNya yang begitu besar pada kita.
KhususNya dalam hubungan kita manusia sebagai satu keluarga Allah, tentu harus memilikki satu Bapa, satu Kepala, satu Pimpinan, satu Aturan dan satu Ketetapan.
(Mat 23:9-12)
9) Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
10) Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
11) Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
12) Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
(Mal 4:4-5)
Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hambaKu, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-KETETAPAN dan HUKUM-HUKUM.
Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang DATANGNYA HARI TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
(1Kor 2:16)
Sebab: “Siapakah yang MENGETAHUI PIKIRAN TUHAN ? Sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi KAMI MEMILIKKI PIKIRAN KRISTUS.
Manusia yang bermartabat adalah manusia yang memilikki nilai-nilai ilahi yang tertanam dalam bathiniah sebagai makhluk ilahi yang memilikki aturan-aturan dalam kehidupannya.
Adapun aturan dalam lingkup yang sempit yaitu aturan berkeluarga dan bersosialisasi.
Masing-masing anggota keluarga memilikki peranan masing-masing sesuai fungsional dalam keluarga inti. Yang memilikki kewajiban dan tanggung jawab dalam keluarga inti. Diantaranya untuk saling mengasihi, menghormati, menghargai, tolong menolong dalam memikul tanggung jawab bersama sebagai keluarga inti maupun keluarga besar.
1 orang Ayah
1 orang Ibu
1 atau beberapa orang Anak .
1 orang Ayah Mertua
1 orang Ayah Kandung
1 orang Ibu Mertua
1 orang Ibu Kandung
1 orang Ibu
1 orang Ayah
1 atau beberapa orang Anak
1 atau beberapa saudara sekandung dalam satu garis lurus.
Beberapa anak dari beberapa saudara kandung.
Tanggung Jawab adalah Kewajiban yang terutang, yang segera harus di bayar, diselesaikan, digenapkan, direalisasikan kepada orang, saudara, orang tua, kerabat, masyarakat yang didasari oleh kasih.
Tanggung Jawab Kepala Rumah Tangga :
1. Beriman kepada Tuhan Yesus dan menjadi Rasul bagi Keluarga Besar, secara rutin dan teratur menyisihkan waktu untuk membina relasi intim dan komunikasi bathin kepada Sang Pencipta melalui DOA, doa bersama dalam keluarga, aktif dalam kegiatan-kegiatan ibadah rutin dengan anggota lingkungan seiman, membaca Kitab Suci, Kontemplasi dan kegiatan kerohanian dan amal kasih lainnya.
2. Bekerja (untuk Tuhan)
3. Mencintai ,menghidupi dan memberi Nafkah Orang Tua, Mertua, Istri dan Anak
4. Melindungi dan Menjaga Keamanan dan Kesehatan Orang Tua dan Mertua
5. Melindungi dan Menjaga Keamanan dan Kesehatan Istri
6. Melindungi dan Menjaga Keamanan dan Kesehatan Anak
7. Menciptakan Kesejahteraan Lahir dan Bathin Orang Tua dan Mertua
8. Menciptakan Kesejahteraan Lahir dan Batin Istri
9. Menciptakan Kesejahteraan Lahir dan Bathin Anak
10. Menjaga dan merawat kebersihan dan kesehatan tubuh
11. Menyusun Rencana Jangka Pendek dan Jangka Panjang untuk Kesejahteraan Keluarga
12. Menyediakan Waktu Untuk Selalu Berkomunikasi yang Positif kepada Orang Tua, Mertua, Istri dan Anak
13. Mengatur Keuangan Rumah Tangga dan Usaha
14. Merayakan Peringatan Penting Orang Tua, Mertua, Istri dan Anak
15. Menciptakan Ketenangan dan Rasa Damai bagi Orang Tua, Mertua, Istri dan Anak
16. Bersosialisasi dan berelasi antar sesama sesuai waktunya
17. Menyisihkan waktu untuk pasangan, keluarga inti, keluarga besar, kegiatan kerohanian , lingkungan dan kemasyarakatan
1. Beriman kepada Tuhan Yesus dan membimbing iman orang tua, mertua, suami dan anak, secara rutin dan teratur menyisihkan waktu untuk membina relasi intim dan komunikasi bathin kepada Sang Pencipta melalui DOA, doa bersama dalam keluarga, aktif dalam kegiatan-kegiatan ibadah rutin dengan anggota lingkungan seiman, membaca Kitab Suci, Kontemplasi dan kegiatan kerohanian dan amal kasih lainnya.
2. Bekerja (untuk Tuhan) seperlunya sesuai persetujuan Suami dan Anak ( Sesuai Kebutuhan )
3. Mencintai dan Mendampingi Orang Tua, Mertua, Suami dan Anak
4. Melindungi dan Menjaga Keamanan dan Kesehatan Orang Tua dan Mertua
5. Melindungi dan Menjaga Keamanan dan Kesehatan Suami
6. Melindungi dan Menjaga Keamanan dan Kesehatan Anak
7. Menciptakan Kesejahteraan Lahir dan Bathin Orang Tua dan Mertua
8. Menciptakan Kesejahteraan Lahir dan Bathin Suami
9. Menciptakan Kesejahteraan Lahir dan Batin Anak
10. Menjaga dan merawat kesehatan tubuh
11. Menyusun Rencana Jangka Pendek dan Jangka Panjang untuk Kesejahteraan Keluarga
12. Menyediakan Waktu Untuk Selalu Berkomunikasi yang Positif kepada Orang Tua, Mertua, Istri dan Anak
13. Mengatur Keuangan Rumah Tangga dan Usaha ( Sesuai Kebutuhan )
14. Mengurus Pekerjaan dan Lingkungan Rumah Tangga
15. Bersosialisasi dan berelasi antar sesama sesuai waktunya
16. Menyisihkan waktu untuk pasangan, keluarga inti, keluarga besar, kegiatan kerohanian, lingkungan dan kemasyarakatan
1. Beriman kepada Tuhan Yesus, secara rutin dan teratur menyisihkan waktu untuk membina relasi intim dan komunikasi bathin kepada Sang Pencipta melalui DOA, doa bersama dalam keluarga, aktif dalam kegiatan-kegiatan ibadah rutin dengan anggota lingkungan seiman, membaca Kitab Suci, Kontemplasi dan kegiatan kerohanian dan amal kasih lainnya.
2. Belajar dan sekolah
3. Merapikan Kebutuhan Belajar dan Sekolah
4. Merapikan dan membersihkan Kamar Tidur
5. Membantu Pekerjaan dan Merawat Lingkungan sekitar Rumah
6. Menjaga dan merawat kebersihan dan kesehatan tubuh
7. Menyediakan waktu untuk selalu berkomunikasi yang positif dan sopan kepada nenek, kakek, orang tua dan saudara
8. Menabung dan mengatur kebutuhan keuangan
9. Menciptakan Rasa Damai bagi Kakek, Nenek, Orang Tua, Saudara.
10. Hormat dan Taat pada Kakek, Nenek, Orang Tua dan Saudara.
11. Bersosialisasi dan berelasi antar sesama sesuai waktunya.
12. Menyisihkan waktu orang tua, saudara, keluarga inti, keluarga besar, untuk kegiatan kerohanian, lingkungan dan kemasyarakatan
Masing-masing anggota keluarga diharapkan menghargai waktu, selalu berusaha menyisihkan waktu untuk mencari Tuhan sekuat tenaga dan berelasi secara rutin dan teratur serta mencintai Tuhan sebagai sarana menuju kekudusan serta, sepakat mentaati, tunduk dengan Perintah Tuhan, Takut akan Tuhan, masing-masing anggota keluarga harus berusaha mendisiplinkan dirinya dan anggota keluarga lainnya untuk mentaati aturan dalam keluarga dan jadwal rutin harian yang telah disepakati bersama.
Apabila terjadi hal-hal tak terduga, diluar jadwal yang telah ditetapkan.
Kegiatan Rutin berdoa dan membaca Kitab Suci atau aktifitas penting lain tetap dilakukan dalam hari yang sama. Dapat dilakukan pada Jam yang berbeda atau Jam khusus yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.
Diharapkan selama Jam makan malam, jam keluarga, alat telekomunikasi dalam bentuk apapun di non aktifkan.
Guna memberikan, menyediakan waktu khusus bagi keluarga yang dicintai.
Sehingga dapat memanfaatkan waktu secara maksimal dan optimal, serta leluasa dalam berelasi dengan anggota keluarga lainnya tanpa adanya gangguan dari pihak luar.
Orang tua diharapkan bertanggung jawab dalam mensejahterakan anak secara lahir dan bathin serta mempunyai kewajiban dalam membimbing iman anak hingga dewasa.
Karena apabila terjadi pelanggaran pada anak dapat menjadi dosa bagi orang tua dan tidak berkenan di hadapan Allah.
(Sir 30:2)
Barangsiapa mendidik anaknya dengan tertib akan beruntung karenanya, dan di kalangan para kenalan boleh membanggakannya.
(Yeh 18:1,5,7-9,12-14,16-28)
1) Maka datanglah FIRMAN TUHAN kepadaku:
5) Kalau seseorang adalah ORANG BENAR dan ia melakukan keadilan dan KEBENARAN,
7) Tidak menindas orang lain, ia mengembalikan gadaian orang, Tidak merampas apa-apa, memberi makan orang lapar, memberi pakaian kepada orang telanjang,
8) Tidak memungut bunga uang atau mengambil riba, menjauhkan diri dari kecurangan, Melakukan hukum yang benar di antara manusia dengan manusia,
9) Hidup menurut ketetapanKu dan tetap mengikuti peraturanKu dengan berlaku setia. ia-lah orang benar, dan ia pasti hidup, demikianlah firman Tuhan Allah.
12) Menindas orang sengsara, miskin, merampas, tidak mengembalikan gadaian orang, melihat kepada berhala-berhala dan melakukan kekejian
13) Memungut bunga uang dan mengambil riba, orang yang demikian tidak akan hidup. Segala kekejian ini dilakukannya, ia harus mati; darahnya tertimpa kepadanya sendiri.
14) Sesungguhnya, kalau ia melahirkan seorang anak dan anak ini melihat segala dosa yang dilakukan ayahnya, tetapi menginsafi hal itu, sehingga tidak melakukan seperti itu
16) Tidak menindas orang lain, tidak mau meminta gadai, tidak merampas apa-apa, memberi makan orang lapar, memberi pakaian kepada orang telanjang,
17) Menjauhkan diri dari kecurangan, tidak mengambil bunga uang atau riba, melakukan peraturanKu dan hidup menurut ketetapanKu — orang yang demikian tidak akan mati karena kesalahan ayahnya, ia pasti hidup.
18)Ayahnya, yang melakukan pemerasan, yang merampas sesuatu, dan yang melakukan hal-hal yang tidak baik di tengah-tengah bangsanya, sungguh, ia akan mati karena kesalahannya.
19) Tetapi kamu berkata: Mengapa anak tidak turut menanggung kesalahan ayahnya? — Karena anak itu melakukan keadilan dan kebenaran, melakukan semua ketetapanKu dengan setia, maka ia pasti hidup.
20) Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
21) Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapanKu serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
22) Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.
23) Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan Allah. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?
24) Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik — apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya.
25) Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakanKu yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat?
26) Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya.
27) Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.
28) Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
Apabila ada pekerjaan rumah dari sekolah dan universitas, diharapkan dikerjakan pada hari Senin – Jumat diatur sebelum Jam Keluarga dan tidak dilakukan pada Hari Libur.
Anak diharapkan berusaha sekuat tenaga untuk mendisiplinkan dirinya sendiri apabila Guru, Badan, Lembaga pendidik, kedua orang tua siswa belum atau tidak mengetahui, tidak mengajarkan kepada anak-anak didik.
Tanggung jawab Orang tua adalah mendidik anak, selama tumbuh kembang anak hingga dewasa.
Karena apabila orang tua tidak melakukan tanggung jawab kepada anaknya, hal tersebut dapat menjadi dosa karena tidak berkenan kepada Allah.
(Mat 18:6-7)
“Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepadaKu, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
(Mat 18:3)
Lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu TIDAK BERTOBAT dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu TIDAK AKAN MASUK ke dalam kerajaan sorga.
Sedekah atau memberi dan doa yang berkenan kepada Allah adalah sedekah dan doa secara pribadi tanpa perantara orang lain.
(1Ptr 1:16-17)
16) sebab ada tertulis: KUDUSLAH kamu, sebab AKU KUDUS
17) Dan jika kamu menyebutNya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini
Sedekah atau Memberi dalam kekurangan adalah baik, namun memberi milik orang lain tanpa sepengetahuan pemilik sah atau memberi yang bukan milik pribadi secara sah, harus mendapat ijin dari pemilik barang, benda atau sesuatu yang diberi karena dapat menjadi dosa dan melanggar kekudusan karena hal tersebut merupakan suatu kejahatan dan suatu pelanggaran, sehingga tidak berkenan kepada Allah.
Tidak menghalalkan berbagai cara dalam berusaha, yang dapat mengakibatkan timbulnya dosa.
Hendak dalam mencari nafkah sesuai kebutuhan keluarga dan sesuai kemampuan.
Diharapkan sedemikian rupa menghindari hutang.
Gunakan sarana dan aset yang ada seperlunya dan secukupnya dalam memenuhi kebutuhan berusaha.
Tetap terfokus dan terarah dari, oleh dan untuk Tuhan yang bertujuan mencapai kesejahteraan lahir dan bathin.
Ketenangan dan kesejahteraan dalam mencari nafkah akan berdampak pada ketenangan dan kesejahteraan dalam keluarga.
Menghindari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang-orang disekitarnya.
Karena segala sesuatu yang dilakukan diluar kekudusan dapat berakibat dosa, kebinasaan, kejahatan, ketidak damaian dalam jiwa (pikiran, kehendak) bagi diri sendiri dan orang-orang disekitarnya.
Hendaknya bekerja dengan jujur, jangan menghalalkan berbagai cara, aji mumpung, menggunakan alat atau media yang tidak sesuai yang sebenarnya, memberikan informasi yang tidak benar dan tidak layak atau melanggar norma agama dan susila karena dapat merusak mental dan iman serta melanggar kekudusan , merusak masa depan bangsa dan negara.
(Za 10:1)
1) MINTALAH HUJAN dari pada TUHAN pada akhir musim semi!
TUHANLAH yang MEMBUAT awan-awan pembawa HUJAN DERAS dan hujan LEBAT akan DIBERIKANNYA kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
(Kel 15:11,13)
11)Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena KEKUDUSANMU, menakutkan karena perbuatanMu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?
13)Dengan kasih setiaMu Engkau MENUNTUN umat yang telah KAU TEBUS, dengan kekuatanMu Engkau MEMBIMBINGNYA ke tempat kediamanMu YANG KUDUS .
(Im 21:4,6)
4)Sebagai suami janganlah ia menajiskan diri di antara orang-orang sebangsanya dan dengan demikian melanggar kekudusannya.
6)Mereka itu harus kudus bagi Allahnya dan janganlah mereka melanggar kekudusan nama Allahnya, karena merekalah yang mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN, santapan Allah mereka, dan karena itu haruslah mereka kudus
(Kel 20:12,16)
12) HORMATILAH AYAHMU dan IBUMU , supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
16)Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
(Pkh 12:13)
Akhir kata dari segala yang didengar ialah: TAKUTLAH AKAN ALLAH dan berpeganglah pada perintah-PERINTAHNYA, karena ini adalah KEWAJIBAN setiap orang
(1Yoh 1:9)
9)Jika kita MENGAKU DOSA kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan MENGAMPUNI segala dosa kita dan MENYUCIKAN kita dari segala kejahatan.
(Yes 8:13)
13) Tetapi TUHAN semesta alam, DIALAH YANG HARUS KAMU AKUI sebagai YANG KUDUS; KEPADANYALAH harus kamu takut dan terhadap Dialah harus kamu gentar.
Membicarakan Jam Kehidupan tidak terlepas dari Jadwal Kehidupan. Hidup yang bermartabat, Harus memilikki Jadwal Kehidupan sesuai dengan nilai-nilai kebenaran.
Merupakan rangkaian yang berisi program kegiatan yang memilikki aturan ,ketentuan, tata cara serta kewajiban pihak-pihak yang berperan sesuai dengan nilai- nilai kebenaran dan kekudusan.
Jam 05.00 Wib Bangun Pagi
Jam 05.00-05.30 Wib Mandi Pagi
Jam 06.00-07.00 Wib DOA PAGI
Jam 07.00-07.30 Wib Sarapan Pagi
Jam 07.30-11.30 Wib Aktifitas Pagi
Jam 12.00 Wib DOA SIANG
Jam 12.00-13.00 Wib Makan Siang
Jam 14.00-15.00 Wib Membaca Kitab
Suci
Jam 15.00 Wib DOA SIANG
Jam 15.30-17.00 Wib Aktifitas Sore
Jam 17.00-18.00 Wib Mandi Sore
Jam 18.00 Wib DOA SORE
Jam 18.30-19.30. Wib Makan Malam
Jam 19.30-22.00 Wib Jam Keluarga
Jam 22.00 Wib DOA MALAM
Jam 24.00 Wib Kontemplasi
Hari Kerja Senin – Jumat
Hari Libur Sabtu – Minggu
Hari Besar Tanggal Merah
Hari Kerja adalah hari yang digunakan penuh untuk melakukan aktifitas potensial seperti mencari nafkah, belajar, sekolah, kuliah dan aktifitas fungsional yang berdaya guna bagi pribadi, sesama dan masyarakat.
Hari Libur dan Hari Besar (Tanggal Merah) yaitu hari yang digunakan secara penuh untuk acara keluarga atau acara khusus saja.
(Luk 9:18)
18)Pada suatu kali ketika YESUS BERDOA SEORANG DIRI, datanglah murid-muridNya kepadaNya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
(Mat 6:6)
6) Tetapi jika engkau BERDOA , masuklah ke dalam kamarmu, TUTUPLAH PINTU dan BERDOALAH KEPADA BAPAmu yang ada di tempat tersembunyi.
Maka BAPAmu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
(Kis 2:44-47)
44)Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
45) dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
46)Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
47)sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.