
Merupakan Kemampuan khusus yang dapat membantu menguraikan, menentukan,menunjukkan dan menjelaskan suatu keadaan, kondisi serta tindakkan antisipasi, preventif yang dapat dilakukan sebelum membuat rencana, pengambilan keputusan, pelaksanaan tindakan tertentu baik dalam ruang lingkup yang sempit maupun luas.
Karunia Khusus untuk dapat “melihat” membaca keadaan, menemukan “kata kunci”, faktor penyebab, dasar dari segala sesuatu, keadaan tertentu, yang bahkan sama sekali tidak diketahui seorangpun, atau tidak, belum terpikirkan, belum masuk dalam pemikiran, analisa, rencana, sebelumnya yang akan berdampak sangat besar dikemudian hari, menimbulkan resiko fatal, perselisihan, perpecahan, kematian, kecelakaan, kebangkrutan, kehancuran, kerusakkan, kerugian besar, kehilangan, kemiskinan, penipuan, kejahatan dan sejenisnya.
Untuk itu dibutuh pengetahuan, pengalaman, petunjuk, pengarahan, bimbingan, pendampingan.
1. Anggaran
2. Perencanaan
3. Tujuan
4. Dasar Hukum
5. Pengambilan Keputusan
6. Pelaksanaan
7. Pelanggaran
8. Resiko
9. Hambatan
10. Kelalaian
11. Penyelesaian
Langkah Awal sebelum memulai segala sesuatu. Pastikan terlebih dahulu, Besaran Biaya yang harus dikeluarkan atau yang dibutuhkan untuk memulai atau melakukan suatu tindakkan.
Merupakan Suatu Dasar Perhitungan Terperinci dan Detail meliputi semua aspek gerak dan langkah dalam dan selama melakukan segala sesuatu.
Diperuntukkan bagi yang akan memulai rencana baru atau baru akan merencanakan suatu tindakan tertentu, diharapkan, memastikan dan mempersiapkan serta memperhitungkan setiap langkah-langkah terlebih dahulu sebelum bertindak.Untuk itu sangat dibutuhkan pertimbangan khusus atau petunjuk, antisipasi, preventif, sebelum membuat suatu rencana.
Maksud dibentuknya, dilakukannya, diciptakannya suatu tindakan, perikatan, bentuk, gambar, visual, pekerjaan, aktivitas, penelitian.
Dasar dibentuknya, dilakukannya, diciptakannya, suatu tindakan, perikatan, bentuk, gambar, visual, pekerjaan, aktivitas, penelitian.
Suara komitmen tertulis dan atau lisan berupa dasar penggerak suatu tindakan.
Merupakan Titik Puncak, Titik Terpenting dari setiap tindakan. Banyak Faktor yang harus di analisa dan dipertimbangkan, tindakan antisipasi dan preventif sebelum membuat suatu keputusan. Untuk itu sangat dibutuhkan pertimbangan khusus ,dan membutuhkan pengarahan, petunjuk sebelum memutuskan sesuatu.
Merupakan gerakkan, perubahan ,pengembangan, berupa tindakan hasil dari keputusan yang diambil. Sangat diperlukan pertimbangan yang luas, detail dan menyeluruh.
Pelanggaran Terjadi apabila pelaksana menyimpang, berbelokarah, tidak sesuai ketentuan, tidak sesuai tujuan, tidak sesuai peraturan yang ditetapkan, atau pelanggaran terhadap perjanjian yang telah disepakati. Lebih kearah faktor kecenderungan bersifat kebiasaan dan kesengajaan.
Dapat disebabkan oleh pihak pelaku, pihak intern, para pihak terkait, dapat juga disebabkan oleh pihak ektern atau pihak ketiga, atau disebabkan oleh kelalaian (dilakukan secara tidak sadar
Akibat dari pelanggaran yang terjadi, dapat berdampak bagi pihak intern saja, dapat juga menghasilkan dampak bagi pihak kedua ataupun pihak ketiga (pihak yang tidak memilikki kepentingan langsung).
Terhalangnya, tertundanya, gagalnya, rusaknya suatu rencana, kehendak yaitu dari Pihak Ketiga, Kondisi Alam, Keadaan Ekonomi Global, Pola Pikir, Cara Berpikir, Tradisi, Kebiasaan, Kecenderungan Pihak ketiga atau suatu sistem masyarakat, bangsa, hal-hal tak terduga diluar kendali manusia.
Dapat disebabkan secara personal oleh pelaksana langsung maupun tidak langsung, dan atau dapat terjadi karena adanya kejadian atau permintaan khusus secara tiba-tiba, diluar dari rencana awal atau akibat kejadian secara tiba-tiba, terjadi diluar dari rencana awal dan atau tidak dikendaki, baik oleh pelaksana dan atau oleh pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung, adanya pesan khusus tiba-tiba untuk mendukung ataupun penolakkan, pembatalan, atau perubahan, suatu rencana, tindakkan, keputusan, dapat terjadi dalam kurun waktu dekat dan atau dalam periode yang cukup lama, akibat kelemahan, daya pikir, belum terpikirkan, diluar dari kehendak dan rencana para pihak yang terlibat.
Lebih disebabkan oleh kelemahan personal seperti kurangnya perhatian , kesalahan tanpa disadari.
Tindakan, daya upaya berupa Hasil dari keseluruhan proses yang didasari oleh suatu komitmen, perikatan, perjanjian yang menghasilkan suatu kesimpulan, hasil akhir, penemuan, ilmu pengetahuan, hasil produksi, hasil kreasi, jasa pelayanan yang sangat berharga, bermanfaat bagi pengambil keputusan dan pelaku tindakan, juga bermanfaat bagi masyarakat umum.
Memberikan petunjuk dan pengarahan, antisipasi (penetapan langkah-langkah), preventif (tindakkan pencegahan sejak dini) sebelum perencanaan, pengambilan keputusan atau pelaksanaan dilakukan.
Setiap manusia disepanjang hidupnya pasti akan mengalami proses kehidupan yaitu mengalami kematian dan kebangkitan (faktor dominan 80% diakibatkan faktor dari luar diri oleh kecenderungan dosa/sisi gelap dunia disertai kebutaan (tidak mengetahui, tidak mengerti, keterbatasan pengetahuan, kemampuan, potensi, pola dan cara, metode berpikir, tradisi, kebudayaan, ruang gerak, waktu, tempat, tenaga, pelaksana, kelompok, tidak dapat menjalankan fungsinya karena keterbatasan dan kelemahan pribadi atau kelompok, hambatan dari keadaan, orang sekitar, lingkungan, peraturan, regulasi yang berlaku, kebiasaan menurun (kecenderungan dosa), kondisi alam semesta, kejadian tak terduga lainnya.
Faktor Penyebab Utama Secara Langsung dan Tidak Langsung, diantaranya :
1. Dominan akibat kejahatan dari luar diri (sisi gelap dunia)
2. Kebutaan dan keterbatasan dari dalam diri seperti kebutaan ilmu pengetahuan, medan perang.
3. Kelemahan Daya Tangkap dalam menerima Informasi dan Komunikasi, Kelalaian Para Pihak dalam Menindak Lanjuti.
4. Ketidak pedulian orang terdekat dan lingkungan sekitar.
5. Keterbatasan Ruang, Waktu, Energi, ketelitian, kesadaran, konsentrasi, dll.
6. Keterbatasan Keuangan.
7. Terbatasnya kemampuan berpikir seseorang ( daya pikir, kekuatan berpikir ), daya tampung pikiran.
8. Kebiasaan Terburuk adalah menunda pekerjaan dan tidak menyelesaikan pekerjaan hingga akhir (tuntas dengan segera).
9. Tidak ada komunikasi yang baik, terbuka, berlanjut, satu dengan yang lain. Buruknya sistem komunikasi dan karakter dasar (bawaan) setiap pribadi, anggota keluarga, relasi, tim, golongan, kelompok.
10. Kebutaan, Kelalaian, Kurang (Terbatasnya) Informasi, Tidak mau mendengar, tidak mau menerima pendapat (petunjuk) dari orang lain, kesombongan, bebal, kemalasan, ketidak pedulian, lemahnya daya ingat, lemahnya struktur, sistem, prosedur, kegagalan implementasi akibat perbedaan pola pikir, perbedaan sisi pandang, perbedaan cara melihat, kesalahan penterjemahan, kesalahan, buruknya komunikasi (Lihat Pengetahuan: Kegagalan Komunikasi), Tingkat Kepekaan, kedisiplinan, kedewasaan dan kebijaksanaan setiap pribadi, adat istiadat dan latar belakang pendidikan, karakter yang buruk akibat trauma, keadaan dan kondisi lingkungan serta tekanan dari lingkungan sekitar selama masa tumbuh kembang, faktor genetik, kelainan organ, penyakit psikis bawaan,
11. kecenderungan dosa asal setiap pribadi, dosa asal keluarga, kecenderungan dosa asal masyarakat, bangsa, dan negara disesuaikan dengan wilayah tempat kediaman dan domisili.
12. Ketidaksiapan, pelanggaran, penyimpangan secara sadar atau tidak sadar yang berasal dari pihak ke-3, hal-hal tak terduga, dapat juga disebabkan oleh kondisi lingkungan, alam semesta yang tidak mendukung, regulasi, dan sejenisnya secara langsung atau tidak langsung merugikan, merusak jadwal, rencana, arah, tujuan yang sudah ditetapkan. Sehingga menghambat, bahkan dapat menjadi ancaman dalam pelaksanaan bahkan dapat menggagalkan, merusak jadwal, rencana, arah dan tujuan yang telah ditetapkan.
Titik Puncak sebelum melakukan tindakkan yaitu Pengambilan Keputusan.
Analisa Menyeluruh dan Detail, bersifat sangat penting dan mendesak, dalam waktu yang singkat, wajib dilakukan sebelum pengambilan keputusan, meliputi analisa seluruh aspek dari seluruh sisi pandang dan pendapat, keadaan para pihak, keadaan keuangan, cara berpikir, kesatuan pola pikir, ruang lingkup, regulasi, faktor yang dapat timbul dari pihak ketiga, hal-hal tak terduga, hal-hal yang tidak diketahui atau tidak, belum terpikirkan, keadaan dan kondisi lingkungan, cuaca, reaksi alam, resiko akibat pelanggaran dan kelalaian ,kecerobohan, serta kegagalan tak terduga lain, sakit, kecelakaan, kematian, kehilangan sebagai hasil atau dampak kebutaan, ketidak tahuan, penguasaan diri, kelemahan dan keterbatasan, penguasaan emosi, kedewasaan, kebijaksanaan, kurangnya ilmu pengetahuan, kurangnya pergaulan, tingkat kematangan iman dan emosi, pengendalian diri, hambatan, kegagalan atau resiko yang timbul dari pihak ketiga, pihak ekstern, faktor pertumbuhan ekonomi global, tradisi masyarakat sekitar, kebiasaan baik dan buruk, jumlah pelaksana, kualitas dan tingkat tanggung jawab para pelaksana, persentase tingkat perubahan dan perbaikkan, atau persentase kerusakkan dan kegagalan, faktor penghambat dan faktor penyebab kegagalan dan kerusakkan, kehilangan, penghapusan, sanksi dan resiko lainnya, kemampuan daya tampung, kemampuan daya pikir penerima manfaat, kemampuan pembuat rencana dan pengambil keputusan dalam menjalani, melakukan pengontrolan, penyelesaian pelaksanaan, antisipasi dan penanggulangan resiko dan hal-hal tak terduga lainnya, keadaan fisik, kesehatan, kondisi dan daya tahan tubuh dan mental terhadap reaksi yang timbul saat sekarang dan dikemudian hari, tingkat kejujuran dan tanggung jawab, kebenaran, keamanan dan kerahasiaan informasi serta keamanan, kesejahteraan para pihak terkait, pihak yang memilikki kepentingan dan penerima manfaat, harus dianalisa secara mendalam dan menyeluruh bagi kepentingan pembuat rencana, pengambil keputusan, pelaksana dan para pihak yang terlibat ,terkait, pihak-pihak yang memilikki kepentingan serta pihak penerima manfaat ataupun perhatian khusus bagi pihak yang tidak memilikki kepentingan.
Kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat berakibat Fatal yaitu :
Kehilangan waktu akibat kelalaian dalam pemilihan jurusan pendidikkan dan tidak mengetahui tujuan hidup.
Kegagalan memilih pasangan hidup atau kehilangan suami atau istri, akibat kegagalan komunikasi dan tidak mengetahui tujuan hidup dan tujuan pernikahan.
Kehancuran usaha akibat Krisis keuangan penyebab dominan karena tidak mengetahui tujuan hidup, pemilik usaha tidak menemukan potensi diri dan tidak menguasai medan perang, kegagalan dalam pengambilan keputusan dan tidak memilikki orang yang dapat dipercaya.
Kehilangan Relasi , Tujuan Tidak Tercapai, akibat kegagalan komunikasi.
Kematian, Maut akibat sakit, kegagalan mengenal diri sendiri dan para pihak yang terlibat , anggota terkait, kelalaian ,kecerobohan dalam pengambilan keputusan , mengutamakan Ego, ambisi yang tidak beralasan, Mengutamakan Ego, Ambisi akibat adanya adanya suatu Perjanjian atau Hutang, ikatan dengan Kuasa Kegelapan, Kuasa yang bertujuan Negatif kepada Pihak Lawan.
Kematian janin dalam kandungan, akibat kelalaian , kecerobohan, ketidak pedulian ibu dan pasangan dan kesalahan pengambilan keputusan, Kelalaian , Kecerobohan Dokter.
Kematian “hidup” akibat terhentinya relasi, komunikasi dengan pihak ketiga atau pihak luar.
Kehilangan keluarga, teman, relasi, tidak memilikki “hidup” karena tidak pernah berdamai dengan diri sendiri sehingga tidak dapat bersosialisasi dengan pihak ketiga atau pihak luar.
KEPASTIAN SEJATI
Mengenal, mengikuti dan mencintai Tuhan adalah Kepastian Sejati.
Masuk dan tinggal dalam TerangNya yang kudus membawa kita pada Ketenangan Jiwa dan kekudusan sehingga kita dapat mengetahui kebenaran sejati.
Kebenaran Sejati adalah hidup yang berkenan dihadapanNya sehingga kita dapat mengetahui dan melakukan KehendakNya.
Mengenal, mencari, mengikuti untuk dapat tinggal dalam HadiratNya yang kudus agar dapat mengandung dan melahirkan Yesus sehingga kita dapat merasakan kehadiranNya dalam Hidup kita.
Percayakanlah hidupmu kepada Tuhan, maka Ia akan bertindak.
Selalu berusaha mengenal dan mencintai Tuhan serta mengenal dan mencintai sesama makhluk Ciptaan merupakan daya upaya dalam kehidupan yang merupakan jalan menuju kekudusan.
(Yoh 15:14-15)
14) Kamu adalah sahabatKu, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
15) Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, Karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari BapaKu.
(Yak 4:14-17)
14) Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu?
Hidupmu itu sama seperti UAP yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
15 Sebenarnya kamu harus berkata:” Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
16) Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
17) Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
(Sir 15:11-17)
11) Jangan berkata: “Tuhanlah yang membuat aku murtad.” sebab Ia tidak perbuat apa yang dibenciNya.
12) Jangan berkata: “Tuhanlah yang menyesatkan daku,” sebab Tuhan tidak membutuhkan orang berdosa.
13) Apa yang keji dibenci oleh Tuhan pun pula tidak diperkenankan oleh mereka yang takut kepadaNya.
14) Pada awal mula Tuhan menjadikan manusia serta menyerahkannya kepada keputusannya sendiri.
15) Asal sungguh mau engkau dapat menepati hukum, dan berlaku setiapun dapat kaupilih.
16) Hidup dan mati terletak di depan manusia, apa yang dipilih akan diberikan kepadanya.
17) Api dan air telah ditaruh oleh Tuhan di hadapanmu, kepada apa yang kaukehendaki dapat kau ulurkan tanganmu.
(Dan 4:35)
35) Ia berbuat menurut KEHENDAKNYA terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; Dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tanganNya dengan berkata kepadaNya: “Apa yang Kau buat?”
(Mzm 103:19-22)
19) TUHAN sudah menegakkan takhtaNya di sorga dan kerajaanNya berkuasa atas segala sesuatu.
20) Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikatNya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang MELAKSANAKAN FIRMANNYA dengan MENDENGARKAN SUARA FIRMANNYA.
21) Pujilah TUHAN, hai segala tentaraNya, hai pejabat-pejabatNya yang melakukan KEHENDAKNYA.
22) Pujilah TUHAN, hai segala buatanNya, di segala tempat kekuasaanNya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
(Tit 3:8)
8) Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha MELAKUKAN PEKERJAAN YANG BAIK . Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.
(Kel 18:15-16,20)
15) Sebab bangsa ini datang kepadaku untuk menanyakan petunjuk Allah.
16) Apabila ada perkara di antara mereka, maka mereka datang kepadaku dan aku mengadili antara yang seorang dan yang lain; lagipula aku memberitahukan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan Allah.”
20) Mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan.
(2Kor 4:3)
3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa
(2Tes 3:10)
10) Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: Jika seorang tidak mau bekerja , janganlah ia makan
(Yak 5:15-18)
15) Dan doa yang lahir dari Iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.
16) Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, Supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
17) Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, Supaya hujan jangan turun, Dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
18) Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya.
1. Pranikah
Pentingnya Arah dan Tujuan serta kesepakatan tertulis sebelum pernikahan. Dalam mengantisipasi perbedaan pendapat dan mencegah timbulnya perselisihan dan perpecahan.
2. Parenting
Pentingnya membina Komunikasi Bathin dengan Pencipta dan anggota keluarga
3. Menggali Potensial & Skill
Pentingnya mengetahui sedini mungkin potensial dan skill yang dimiliki anak, agar orang tua tidak salah dalam mengarahkan dalam menentukan jalur pendidikkan, pekerjaan.
4. Mengukur Potensial
Mengetahui kemampuan dalam diri sedini mungkin, memberikan keuntungan mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam diri dan tindakkan antisipasi sejak awal.
Komunikasi, relasi yang baik dan terarah, baik dari dalam diri maupun dalam lingkungan dan sosialisasi yang tetap terpusat dan tertuju kepada ketetapan dan peraturan Sang Pencipta.
1. Menemukan KehendakNya dalam keterbatasan keuangan
Berdoa senantiasa, mendengar suara Tuhan, mencari dan menemukan KehendakNya serta melakukan Perintah dan SabdaNya.
2. Menemukan Arah dan Jalan Hidup yang tepat sesuai KehendakNya
Menggali potensial, menemukan dan menentukan arah, mengukur kemampuan , Pengambilan Keputusan, memilikki komitment dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan sesuai kesepakatan lisan dan tertulis. Dalam waktu singkat , pada saat yang tepat, dengan cara yang benar, teratur, terkendali, terkontrol dan terukur. Yang terpusat kepada KehendakNya.
1. Legalitas Aset
Merapikan dokumen legalitas, kepemilikkan aset, mendata ulang, mereview dokumen, menyusun dokumen aset dan dokumen pendukung lainnya.
2. Management Aset
Pengelolaan berdasarkan umur aset. Pendaya gunaan aset. Perbaikkan Aset dan Management Sistem , tidak terlepas kepada KehendakNya.
Penanggulangan, komunikasi para pihak, perdamaian, Keputusan Terakhir, Tindakkan