
Pengenalan akan Tuhan, membawa setiap Jiwa, Makhluk Ciptaan menjadi Manusia Baru ( Ef 4:17-32 )
Perkataan Allah kepada manusia, melalui Kitab Suci untuk menerima Kerajaan Allah
(Yoh 19:35)
35) Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya
Perkataan Tuhan secara langsung kepada manusia, penyertaannya sepanjang hidup kepada manusia melalui sesama, kejadian, peristiwa sepanjang hidup, Kejadian Alam.
Seorang hamba Tuhan yang dipanggil untuk menyampaikan Firman Allah kepada manusia.
Kuasa-kuasa yang berasal dari dunia orang mati, kuasa yang menguasai, memasuki, mempengaruhi ,mengendalikan pikiran dan kehendak , tubuh jasmani seseorang untuk melakukan Kehendak Iblis . Kehendak Iblis adalah hal-hal yang bertentangan dengan Kehendak Allah , kehendak-kehendak yang membawa kepada dosa, kerugian, kehancuran , maut, kematian, sakit penyakit ,kebutaan , tidak berpengetahuan, kemalasan, masa bodoh , tidak peduli , tidak mau tahu, tidak melakukan Perintah dan Peraturan Tuhan , Tidak Taat kepada Allah , Mendurhaka kepada Allah, meninggalkan dan menolak Allah, menolak Firman Tuhan, melakukan Pelanggaran secara sadar dan tidak sadar , hal-hal buruk , hal-hal yang merusak, kejahatan, pencemaran, Iri hati , Niat Jahat . memanipulasi , Intimidasi, teror, dan sejenisnya.
Tempat Hukuman Kekal bagi jiwa-jiwa setelah kematian ,siksaan untuk orang mati yang bangkit yang tidak menemukan Cahaya Kristus , yang tidak percaya dan yang menolak dan menjauhkan diri dari Relasi Bathin dengan Tuhan , yang semasa hidupnya tidak mematuhi Panggilan Yesus untuk menerima Kerajaan Allah.
(Yoh 19:35)
35) Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya
Manusia Baru ( Ef 4: 24 ) adalah jiwa yang mengenal secara mendalam siapa dirinya, mengapa, bagaimana, arah dan tujuan hidup sejati yang jelas sesuai KehendakNya dalam kebenaran dan kekudusan.
( Kis 22:14 ) Untuk itu setiap jiwa, harus berupaya penuh sekuat tenaga untuk selalu mendekatkan diri kepadaNya, bersatu dan bersekutu dalam HadiratNya yang kudus dengan cara mengarahkan setiap pikiran untuk selalu terpusat, terarah kepada Kristus yang menjadi Kepala segala sesuatu ( Efesus 1:9,10)
Pikiran dan Kehendak yang tetap terjaga dan terpusat kepadaNya, melalui Relasi dan Komunikasi Batin yang terarah , berjalan di dalam Kasih, senantiasa Memuji dan Bersyukur, Persatuan Roh yang Kuat dalam satu Ikatan dengan Mentaati Peraturan dan Perintah Tuhan, yaitu Tindakan dan Perbuatan Kasih, Menciptakan Perdamaian dan Kesatuan Relasi dengan Tuhan dan Sesama.
Terkendali dan terukur dalam setiap rencana dan tindakkan dilakukan di dalam Terang.
Tipe Kepemimpinan yang terpusat dan dipimpin oleh Hikmat dari atas (Yak 3:14-18) yaitu yang berkenan dengan KehendakNya, KetetapanNya ( Ul 27:10 ) . Meninggikan dan mengutamakan Kehendak Tuhan , Hal-hal yang menyenangkan Hati Tuhan dan Menolak segala Hal yang Melanggar Ketetapan dan Perintah Tuhan.
Hidup selalu terpusat pada KehendakNya dengan selalu dan secara rutin berusaha keras untuk mencari, membina relasi, komunikasi Bathin, mendengar,Suara Tuhan ( Ul 28:1 ) melalui Persatuan Roh dalam Doa, Kontemplasi, Mati Raga, Kitab Suci dan SabdaNya ( Mat 22:31 ) ( 2 Sam 22:31 )
Makhluk CiptaanNya yang secara sah menjadi milikNya , melalui Karya Keselamatan ( Kej 49:18 ), yaitu Karya Penebusan oleh Kristus ( 1 Petrus 1:19-20, Efesus 2:13, Yes 43:11 ) menjadi Cincin Materai ( Hag 2:24 )
Sosialisasi dalam masyarakat membutuhkan kualitas iman yang baik .Iman yang baik bersifat membangun diri sendiri dan orang lain Tidak merugikan, mengorbankan, membahayakan orang lain , bersifat menciptakan kesejahteraan bersama.
Jiwa ( Pikiran dan Kehendak ) yang terpusat kepada Pencipta akan menghasilkan Akal Budi. Akal adalah Daya Upaya, Pola Pikir, Olah Pikir, Cara Pandang , Cara memandang suatu masalah, yang memilikki Nilai dan Kualitas yang Membangun, Memperbaharui, yang terpusat dan tidak terlepas dari KehendakNya , yaitu didasari Cinta Kasih dan Ketetapan , Perintah Tuhan, yang bertujuan akhir kepada Kehidupan Kekal , Kekekalan Sejati.
Budi adalah Reaksi Positif berupa tindakkan yang didasari oleh kasih dan untuk kasih ( 1 Yoh 4:8 ), sehingga setiap Rencana, Keputusan dan Tindakkan memilikki Nilai dan Kualitas yang membangun di dalam Kasih ( Ef 3:17, Ef 4:15 ) yang pasti membawa kesejahteraan dan kedamaian ( 1 Yoh 2:2, 1 Yoh 4:10 ), keteraturan dan ketertiban, kepedulian, menghormati ( Sir 47:8 ) dan saling menghargai dengan tidak terlepas pada Etika, Ketetapan, Peraturan yang membangun fungsional, kepribadian yang bernilai.
Namun Kasih ( Yak 2:8 ) Menempatkan Urutan Tertinggi dari semua Ketetapan , Peraturan yang ada.
Akal Budi Mengendalikan Gerakkan Roh. Gerakkan Roh Kudus ( Markus 12:36 ) , Tertib, terukur dan terkendali.
Ketenangan Jiwa ( Pikiran dan Kehendak ) wajib di perjuangkan dan diupayakan oleh setiap pribadi. Pengendalian Pikiran dan Kehendak sangat penting dan sangat mendasar yang harus diperhatikan dalam pencapaian tujuan akhir.
Setiap Pribadi wajib mencari, menggali dan mengenal Tujuan Hidupnya agar setiap keputusan dan tindakkan selaras, terkendali, tidak menyimpang dari tujuan dasar.
Hidup yang bernilai dan bermakna dapat diperoleh dengan mengetahui Tujuan Dasar atau faktor-faktor yang mendasari setiap upaya, keputusan, tindakkan agar selaras dengan proses, prosedur guna tercapainya tujuan akhir yang di harapkan, kekalan, dan keselamatan jiwa.
Hidup yang bersumber dari, oleh dan kepada yang kekal diharapkan menjadi kekuatan yang dapat menopang dalam menjalani setiap proses dalam setiap keadaan dan kondisi yang belum diketahui , yang akan di hadapi dan yang pasti harus dilalui dan dilakukan.
Allah satu-satunya Sumber Kekuatan dan Kepastian Hidup ( Keb 7:25 , Keb 10 : 2 ) bagi setiap jiwa yang selalu berharap kepadaNya.
Tetap setia tinggal di dalam HadiratNya yang Kudus ( 1 Petrus 2:4 ), selalu berusaha mencari dan mendengar suaraNya dan KehendakNya ( Sir 17: 13, Sir 45:5 )
Terpusat pada Hikmat yang datang dari padaNya ( Ayub 12:13 ), yang Pasti akan membawa keselamatan dan kemenangan ( Mzm 28:8, Mzm 18:51 ) bagi setiap orang yang berlindung kepadaNya ( Ams 30:5, Mzm 37:40 )
Mengaku, menerima kenyataan, menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan Jesus , berjuang untuk tetap terarah kepadaNya dalam setiap keadaan, kondisi yang terjadi serta berdaya upaya untuk meninggalkan kejahatan, kebiasaan, peraturan, pola hidup, pola pikir, pola kerja, karakter, tradisi, adat istiadat, rencana yang tidak berkenan kepadaNya, yang bertentangan dengan Kehendak Allah, dan menuju KehendakNya yang Mulia ( Yoh 9:31 )
Kebahagiaan Sejati akan diperoleh dengan cara Mencintai Tuhan Jesus sepenuhnya di atas segalanya. Berdaya upaya, untuk selalu datang kepadaNya, sekuat tenaga untuk selalu memusatkan kehidupan terus terarah kepada kekekalan dengan selalu berada di dalam HadiratNya, menikmati KasihNya melalui Persatuan Tubuh, Jiwa dan Roh menuju Kekudusan Sejati yaitu Kehidupan Kekal dalam TerangNya yang Kudus yang mendamaikan segala sesuatu melalui Pengorbanan dan Perantaraan Tuhan Jesus dengan KuasaNya dan sesuai KehendakNya. ( Kis 8:10 )
Terangkat ke Sorga ( Luk 24:51, Markus 16:19 ) Pindah dan Masuk dalam Kerajaan Allah ( Yoh 3:3,5, Kis 8:12, 2 Tes 1:5 ), masuk dalam Rencana dan Kehendak Allah yaitu Karya Terbesar Allah yaitu Karya Keselamatan ( Bil 25:12 ) dan Kehidupan Kekal ( Dan 4:34 ).
Hidup Bersatu dengan Tuhan Jesus ,melalui Penebusan ( Ef 1:7, Rom 3:24 ) oleh Darah Kristus ( Ef 2:13 ), mati, dan dibangkitkan menuju KemuliaanNya oleh Cahaya Kristus ( Ayub 37:15, Mzm 89:16 ) masuk dan tinggal senantiasa dalam HadiratNya yang Kudus melalui SalibNya ( Yoh 19:20, 41 ) yang Mulia dalam Kehidupan Kekal (Rom 2:7, 1 Yoh 1:2 ).
(Mrk 16:19, Luk 22:69, Kis 7:56, Kol 3:1, 1 Petrus 3:22)
Menerima Mahkota ( Wahyu 12:1 ), Menjadi Pemenang (Wahyu 6:2), Menang atas Maut (Wahyu 1:18, Wahyu 9:1, Wahyu 20:1), Kuasa di Sorga dan di Bumi (Matius 28:18), Kerajaan Sorga (Matius 16:19, Matius 18:4, Mat 19:23)
1. Mendengar Tentang Tuhan Yesus
Mendengar Khabar Baik dan Khabar Keselamatan dari Tuhan merupakan Inisiatif Tuhan lebih dahulu kepada anda melalui sapaan, pesan berupa Firman Tuhan, Ajakan Berelasi dari umat beriman, melalui bacaan, Video Khabar Baik, Pendidikan Rohani, Kejadian-kejadian sepanjang perjalanan hidup anda.
Hasil dari pertemuan menimbulkan Dampak Positif dalam diri anda berupa kehendak, itikad baik, daya upaya, tindakkan nyata sepihak yang anda lakukan sehubungan dengan segala sesuatu tentang Tuhan Yesus.
2. Percaya Kepada Tuhan Yesus
Percaya merupakan dampak dari melihat, mendengar berita, khabar baik tentang Tuhan Yesus yaitu Bentuk Kesepakatan antara Anda dengan Tuhan melalui Pikiran, Perkataan dan Tindakkan yang dilakukan Tuhan Yesus yang anda yakini adalah benar agar anda dapat mencapai Keselamatan yang bertujuan akhir pada Kehidupan Kekal di Sorga
3. Mencari dan Mengikuti
Mencari dan Mengikuti merupakan Tindakan Sepihak yang anda lakukan secara sadar, atau merupakan suatu kehendak, itikad baik anda untuk dapat mengenal lebih dekat lagi kepada Tuhan Yesus melalui tindakan, gerakkan, upaya yang anda lakukan dengan sekuat tenaga untuk selalu dan lebih dekat kepadaNya.
4. Bersatu dan Tinggal Di DalamNya
Bersatu merupakan pilihan, keputusan dalam bentuk relasi yang intim menjadi satu kesatuan utuh melalui Pikiran dan Kehendak. Tinggal di DalamNya merupakan hasil dari persatuan, adalah suatu daya upaya yang bersifat lebih dalam atau frekwensi rutinitas relasi lebih intensif dan bersifat menyeluruh.
Suatu daya upaya sungguh-sungguh untuk dapat mengandung dan melahirkan, menghadirkan Yesus dalam kehidupan anda berarti menjadi Terang, Cahaya, Petunjuk, berdampak bagi sesama di setiap tempat yang anda lalui bersamaNya.
Berbuah adalah perubahan positif dalam kasih dan pengetahuan yang dapat dinikmati oleh orang disekeliling anda.
5. Melakukan Kehendak Allah
Adalah Taat akan Perintah dan Larangan Tuhan agar dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Dalam Alkitab Terdiri dari beberapa Pandangan mengenai kebenaran dari beberapa Rasul, Nabi sesuai Tingkatan masing-masing. Tingkatan ini sangat dipengaruhi oleh Persentase Kedekatan, Keintiman, Keeratan Persatuan antara anda dengan Tuhan.
Banyaknya pandangan yang berbeda-beda dari para rasul, nabi, termasuk banyaknya pandangan dari murid-murid Yesus lainnya sangat ditentukan oleh Keintiman, Tingkat Persatuan dalam HadiratNya yang Kudus.
Kekudusan adalah Syarat Mutlak dibutuhkan bagi murid Yesus untuk dapat Mencapai Keselamatan yang bertujuan Akhir kepada Kehidupan Kekal di Surga.
Ruang Lingkup Kekudusan meliputi Kekudusan Pikiran dan Hati. Pikiran menentukan Kehendak Baik atau Buruk. Demikian pula dengan Hati, Jiwa yang bersih akan terpancar dari hati yang bersih.
Yang Terutama disini adalah pentingnya daya upaya yang dilakukan selama manusia hidup di bumi dalam pencapaian Keselamatan dengan Tujuan Akhir yaitu memperoleh Kehidupan Kekal di Surga.
(Rom 3:23-25)
23) Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah Kehilangan Kemuliaan Allah,
24) Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena Penebusan dalam Kristus Yesus.
25) Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi Jalan Perdamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya.
Sisi Gelap, Kecenderungan akan Dosa jika kita bayangkan merupakan suatu Zona, Area Dominan yang mayoritas sangat mempengaruhi gerak, langkah, kendali hidup dalam diri seseorang. Faktor ini juga berhubungan erat dengan Kondisi, Keadaan, Kesehatan Hati seseorang.
Tekanan, gangguan, penyimpangan, ketidak sesuai harapan dengan kenyataan, harapan dengan realita atau menyimpangnya rencana, keputusan dengan tindakkan nyata.
Secara tidak disadari dapat berdampak negatif dalam kehidupan dikemudian hari.
Keadaan lingkungan sekitar, kondisi kehidupan luas, situasi diluar diri seseorang yang tidak dapat dibendung, tidak dapat kita kendalikan mulai sejak dari dalam kandungan hingga dewasa secara berangsur-angsur dalam periode yang panjang akan berdampak pada pembentukkan karakter serta mempengaruhi jiwa (pikiran dan kehendak).
Dampak dari realita yang ada tersebut secara otomatis terprogram dalam pikiran bawah sadar, terproses dalam masing-masing jiwa sehingga membentuk berbagai reaksi positif maupun negatif.
Dampak dari Zona Dosa tersebut secara tidak langsung menciptakan pembatas, pemisah antara satu dengan yang lain.
Kecenderungan Dosa, Zona dosa, keterbatasan, kelemahan, tingkat keakuratan, kepastian, kebenaran, dan kejelasan, implementasi, daya tangkap, sisi pandang, pola dan metode pikiran, sumber, komunikasi, informasi, pelaksana, secara langsung dan tidak langsung, menimbulkan dampak sangat dominan ( +/- 80% ) bagi kelangsungan, keberhasilan suatu kehendak, harapan, rencana, tindakkan.
Hasil dari Proses Penentuan Rencana hingga Tindakkan yang bermuara pada Realita ini akan dipancarkan oleh pikiran dan dapat secara tiba2 seketika memancar dari pikiran bawah sadar.
Kumpulan kejadian ingatan yang tertanam di alam bawah sadar sering kali menghasilkan gerakan, tindakan, pikiran yang negatif lebih bersifat merusak citra diri seseorang dan dapat berdampak buruk pada orang disekitarnya.
(Ams 4:23)
Jagalah Hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Faktordari dalam diri biasanya terbatas pada Kelemahan, Keterbatasan Kemampuan, Keterbatasan Area pencapaian, Kurangnya pengetahuan dan informasi, kurangnya keterampilan, Kondisi kesehatan, keterbatasan tenaga, energi, daya, ruang, waktu, dan area.
Faktor Dominan yang berasal dari Luar Diri seperti keadaan, kondisi, area, akar dosa area sekitar, lingkungan, pola atau cara berpikir pemimpin keluarga, masing-masing pribadi, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, kemajemukkan serta aneka tingkatan kedewasaan emosi, kebiasaan baik atau buruk, pola pikir, kejujuran .
Faktor Dominan sangat dipengaruhi oleh alam bawah sadar, pikiran bawah sadar yaitu suatu keadaan ketidaksadaran yang terjadi secara reflek, mendadak, tiba-tiba muncul terdiri dari proses dalam pikiran yang tidak dapat dikontrol atau di cegah, terjadi dalam waktu seketika yang meliputi proses, ingatan, peminatan, motivasi pikiran, emosi, gerakkan, perpindahan.
Hal Terpenting lainnya adalah Kebenaran, Kepastian yang paling mendasar yaitu Keberhasilan Sistem Komunikasi dan Informasi.
Kegagalan komunikasi biasa disebabkan oleh perbedaan sisi pandang, pola pikir, keterbatasan pengetahuan, keterbatasan dalam kemampuan berkomunikasi dari masing-masing pihak pelaku komunikasi, perbedaan maksud dan tujuan antar pribadi atau kelompok, keterbatasan sarana media komunikasi, terhambatnya komunikasi akibat hal-hal tak terduga, terbatasnya waktu berkomunikasi, penghambat lainnya keterbatasan kemampuan dan keahlian, perbedaan dalam menterjemahkan dan interpretasi komunikasi oleh para pelaku komunikasi .
Kegagalan Informasi biasa disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pemberi informasi akan keabsahan, kebenaran, keaslian suatu data, informasi. Sumber dan Kelengkapan data, informasi merupakan faktor utama dan pertama yang harus dipastikan kebenarannya. Keterbatasan media penyebaran informasi, keterbatasan kemampuan dan keahlian menterjemahkan, menginterpretasi serta pengelolaan informasi oleh pemberi maupun penerima informasi. Penghambat lainnya adanya keterbatasan waktu, tidak berfungsi sesuai ketetapan dan peraturan akibat adanya hal-hal tak terduga lainnya.
Kemampuan Penyediaan, Pengelolaan, dan distribusi keuangan merupakan faktor penting lainnya yang menjadi perhatian khusus. Faktor Penghambat adalah kurangnya waktu, tenaga, keahlian dalam pemantauan, pengelolaan dan ketepatan metode, estimasi, sasaran, waktu pendistribusian serta kejujuran pihak terkait.
Hal Tak Terduga dapat terjadi baik dari keterbatasan atau kelemahan Intern maupun dari Pihak Ektern akibat penyimpangan prosedur, sistem, proses, Pelanggaran Kesepakatan dan ketetapan, Ketidak sempurnaan atau kegagalan prosedur, sistem, proses, termasuk pelanggaran akibat kelalaian, kelemahan, keterbatasan atau tidak berfungsinya pihak-pihak terkait lainnya, Terhambatnya proses akibat hal tak terduga diluar prediksi perencanaan. Kegagalan penterjemahan, interpretasi, kegagalan komunikasi dan informasi mengenai ketetapan, prosedur, sistem, proses, akibat pola pikir, sisi pandang yang berbeda dari para pihak terkait baik pihak intern maupun ekstern.
Pelaksana yang memilikki tanggung jawab, ketaatan, kejujuran dan keahlian khusus sesuai fungsionalnya dan harus berfungsi sesuai ketetapan, peraturan, prosedur dan proses yang benar ketepatan tempat, waktu, situasi dan kondisi saat pelaksanaan.
Menguasai Keadaan dan Lingkungan, memilikki keahlian khusus membaca situasi dan dapat mengatasi Hal-hal tak terduga lainnya yang dapat timbul secara mendadak atau seketika dalam waktu yang bersamaan serta memilikki kemampuan melihat hal-hal yang kurang disekitar kejadian dan dapat mengatasi setiap hal-hal yang timbul dalam waktu singkat dan segera.
(Ef 1:11)
Kekudusan adalah suatu daya upaya yang harus dilakukan oleh setiap jiwa agar terhindar, terbebas dari Sisi Gelap, Kecenderungan Dosa yang dominan berasal dari dunia melalui pikiran, perkataan dan tindakan yang tidak selaras dengan KehendakNya.
(1 Ptr 1:16)
16) Sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
(Ams 15:21)
21) Kebodohan adalah kesukaan bagi yang tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai berjalan Lurus .
Faktor Dominan dari pikiran bawah sadar, Alam Bawah Sadar ini, diharapkan dapat dibendung melalui Doa, Kontemplasi secara Intensif.
Doa dan Kontemplasi merupakan daya upaya memohon Kuasa Ilahi untuk mengendalikan Faktor Dominan dari pikiran bawah sadar agar Hidup seseorang lebih terarah, tertata, terukur, terkendali sesuai dengan Kehendak Allah (Mrk 3:35, Mat 3:15), dimana Allah menciptakan manusia menurut GambarNya (Kej 1:26-27), dimana Allah adalah Kasih (1 Yoh 4:8,16), yang berpegang pada Perintah, Peringatan dan Ketetapan Tuhan (Ul 6:17, Ul 10:13), tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan (2 Taw 34:2), supaya tidak terjatuh (Sir 2:7), memandang terus ke depan, melalui jalan yang rata (Ams 4: 25-26), (1 Kor 6:19-20), orang yang pandai berjalan lurus (Ams 15:21, Yes 26:7, Yes 1:9,12)
Manusia adalah Karya Puncak Ciptaan, Diciptakan Segambar dan Secitra dengan Allah
(Kej 1:27)
27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka.
Untuk itu sudah selayaknya manusia harus dapat mengenal dan mencintai Tuhan Sang Pencipta dan sesama makhluk CiptaanNya.
Melalui Ketenangan Jiwa, ketaatan, perjuangan segenap hati dan jiwa untuk selalu bersatu dan terpusat kepadaNya merupakan faktor mutlak yang harus dilakukan untuk mencapai kekudusan.
Melalui kekudusan, kita dapat mengetahui kebenaran dan kehendakNya.
Selalu berjuang mengucap syukur dalam segala sesuatu, termasuk pada saat kemalangan terjadi, merupakan proses pengudusan, pemurnian, yang harus kita lalui.
Senantiasa Taat dan Bersatu denganNya merupakan daya upaya dalam pencapaian KehendakNya yaitu Keselamatan Jiwa, Keselamatan atas setiap pikiran dan kehendak sesuai dengan RencanaNya.
Persatuan, keintiman relasi selama dikandung dalam Kerahiman Allah, ketaatan anak dengan Bapa merupakan Faktor Utama Keberhasilan, Tercapainya Keselamatan.
Persatuan yang utuh dalam hadiratNya yang kudus dan melakukan KehendakNya merupakan Kunci Utama Keselamatan bagi setiap jiwa dalam setiap keadaan, kondisi.
Demikian dalam hal kesehatan, persatuan yang utuh dalam HadiratNya yang kudus melalui puji-pujian, doa, kontemplasi dapat mengatasi segala jenis penyakit.
Melalui persatuan yang utuh dalam keintiman senantiasa dan terus menerus dapat membantu proses penyembuhan termasuk kekentalan darah disertai memperbaiki pola dan kualitas makan.
Nafas Hidup, Roh Allah, UrapanNya yang Kudus merupakan Sumber oksigen yang senantiasa tersedia untuk memperbaharui tubuh, jiwa dan roh kita senantiasa dapat kita peroleh melalui keintiman dan persatuan denganNya dalam HadiratNya yang kudus.
Dengan selalu taat bersatu dan menyediakan waktu bersamaNya diharapkan memperoleh keselamatan, kehidupan dan kebahagiaan kekal dengan selalu berdaya upaya untuk tetap taat dan setia mengikuti segala perintah, ketetapanNya serta mentaati laranganNya dan melakukan KehendakNya dengan tak henti-hentinya berdoa dan mengucap syukur serta memohon pengampunan dan memberi pengampunan atas setiap kelalaian, kelemahan, keterbatasan yang terjadi pada diri kita dan sesama disepanjang hidup kita, menerima diri apa adanya serta tetap selalu bersandar kepadaNya.
Tiada hal yang mustahil di dalam Dia yang Maha Kuasa bagi orang yang selalu berharap kepadaNya.
(Luk 1:67-68,74-80)
67) Dan Zakharia, ayahnya, Penuh dengan Roh Kudus lalu bernubuat, katanya:
68) “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umatNya dan membawa kelepasan baginya,
74) Supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepadaNya tanpa rasa takut
75) dalam Kekudusan dan Kebenaran di hadapanNya seumur hidup kita.
76) Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; Karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya,
77) untuk memberikan kepada umatNya Pengertian akan Keselamatan yang berdasarkan Pengampunan Dosa-dosa mereka,
78) oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
79) untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan Damai Sejahtera.”
80) Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel
(Ayb 22:22-23,26-30)
22) Terimalah apa yang diajarkan mulutNya, dan Taruhlah FirmanNya di dalam Hatimu.
23) Apabila engkau bertobat kepada Yang Mahakuasa, dan merendahkan diri; apabila engkau menjauhkan kecurangan dari dalam kemahmu,
26) Maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, dan akan menengadah kepada Allah.
27) Jikalau engkau berdoa kepadaNya, Ia akan mengabulkan doamu, sesuai PerkenanNya dan KehendakNya dan engkau akan membayar nazarmu.
28) Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan Tercapai maksudmu, dan Cahaya Terang Menyinari Jalan-jalanmu.
29) Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala!
30) Orang yang tidak bersalah diluputkanNya: engkau luput karena kebersihan tanganmu.”