• Follow Us
  • +6281222229015
  • Kelapa Gading, Jakarta Utara

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

ANALISA

Merupakan Kemampuan khusus yang dapat membantu Menemukan Akar Pencetus , Menguraikan, Menentukan, Menunjukkan dan Menjelaskan suatu Keadaan, Kondisi serta Tindakkan Antisipasi, Preventif yang dapat dilakukan sebelum membuat Rencana, Pengambilan Keputusan, Pelaksanaan Tindakan tertentu baik dalam ruang lingkup yang sempit maupun luas.

 

Karunia Khusus untuk dapat “Melihat” Masa Depan , yang akan Terjadi ,  “Membedakan” , Membaca Keadaan, Menemukan “ Kunci”, Faktor Pencetus , Dasar dari segala sesuatu, Keadaan Tertentu, yang  sama sekali tidak diketahui seorangpun, atau tidak, belum terpikirkan, belum masuk dalam pertimbangan , analisa, rencana, sebelumnya yang dapat berdampak sangat besar dikemudian hari, secara Positif ataupun Negatif , Menguntungkan atau Merugikan ,  Menimbulkan Resiko , Konflik , Perpecahan, Kematian, Kecelakaan, Kebangkrutan, Kehancuran, Kerusakkan, Kerugian Besar, Kehilangan, Kemiskinan,  Penipuan, Kejahatan dan sejenisnya.

Untuk itu dibutuh Pengalaman dan Pengetahuan, Hikmat , Petunjuk, Tanda ,  Pengarahan, Bimbingan, Pendampingan.

10 KUNCI SEBELUM BERTINDAK :

1. Rancangan Anggaran ( Budgeting )

2. Perencanaan

3. Tujuan untuk Menentukan Arah 

4. Pedoman dan Nilai Hidup

5. Pengambilan Keputusan

6. Pelaksanaan

7. Pelanggaran

8. Resiko

9. Hambatan

10. Kelalaian

11. Penyelesaian

1. RANCANGAN ANGGARAN ( BUDGETING ) 

Langkah Awal sebelum memulai segala sesuatu. Pastikan terlebih dahulu, Besaran Biaya yang harus disiapkan , yang dibutuhkan dan yang Harus di Keluarkan Sebelum Memulai atau Melakukan suatu Tindakkan. 

Merupakan Suatu Dasar Perhitungan Terperinci dan Detail meliputi semua aspek gerak dan tindakkan dalam dan selama melakukan segala sesuatu.

2. PERENCANAAN 

 

Diperuntukkan bagi yang akan memulai Rencana Baru atau baru akan merencanakan suatu tindakan tertentu, diharapkan, memastikan dan mempersiapkan serta memperhitungkan setiap langkah-langkah terlebih dahulu sebelum bertindak.

Untuk itu sangat dibutuhkan pertimbangan khusus atau petunjuk, Antisipasi, Preventif, sebelum membuat suatu Rencana.

3. TUJUAN

Arah dan maksud dibentuknya, dilakukannya, diciptakannya suatu tindakan, kerangka , perikatan, Bentuk, Gambar, Visual, Aktivitas, melalui Penelitian dan Observasi secara Menyeluruh dan Berkesinambungan

4. PEDOMAN DAN NILAI HIDUP

Ketentuan dan Ketetapan , Peraturan Dasar Terciptanya sesuatu Kehendak dan Tindakkan ,  dibentuknya , dilakukannya,  suatu tindakan, perikatan, suatu kerangka , bentuk, gambar, visual, aktivitas.

5. PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Komitmen tertulis dan atau lisan berupa Dasar Pencetus Penggerak atas suatu tindakan.

Merupakan Kunci ,  Titik Terpenting dari setiap tindakan.

Banyak Faktor yang harus di analisa dan dipertimbangkan, observasi , tindakan antisipasi dan preventif sebelum membuat suatu keputusan.

Untuk itu sangat dibutuhkan Pertimbangan Khusus ,dan Membutuhkan Pengarahan, Bimbingan,  Petunjuk sebelum Memutuskan suatu Tindakkan

6. PELAKSANAAN

Merupakan gerakkan, perubahan ,pengembangan, perpindahan , berupa tindakan hasil dari keputusan yang diambil. Sangat diperlukan pertimbangan yang luas, detail dan menyeluruh serta Analisa dan Observasi secara berkelanjutan.

7. PELANGGARAN

Pelanggaran Terjadi apabila pelaksanaan Menyimpang, Berbelok Arah, Keluar Jalur , Tidak sesuai Ketentuan, Tidak sesuai Arah dan Tujuan, tidak sesuai peraturan yang ditetapkan, atau pelanggaran terhadap perjanjian yang telah disepakati.

Tertundanya suatu Tindakkan yang disebabkan faktor kecenderungan yang bersifat kebiasaan buruk dan atau kesengajaan. 

Dapat disebabkan oleh pihak pelaku, pihak intern, para pihak terkait, dapat juga disebabkan oleh pihak ekternal dan atau pihak ketiga, atau disebabkan oleh kelalaian yang dilakukan secara tidak sadar

8. RESIKO

Dampak atau Hasil yang ditimbulkan , dari suatu Keputusan dan atau Tindakkan akibat dari  kelalaian atau pelanggaran yang terjadi, dapat berdampak bagi pihak intern saja, dapat juga menghasilkan dampak bagi pihak kedua ataupun pihak ketiga ataupun pihak yang tidak memilikki hubungan atau kepentingan langsung

Resiko sifatnya lebih cenderung Merugikan.

9. HAMBATAN

Terhalangnya, Tertundanya, Gagalnya, Rusaknya suatu Kesepakatan , Rencana, Kehendak

Dapat diakibatkan dari Diri Sendiri karena adanya Keterbatasan , yang diakibatkan oleh berbagai Faktor .

Dapat juga disebabkan oleh Pihak Ketiga, Kondisi Alam, Keadaan Ekonomi Global, Perbedaan Pola Pikir , Cara Berpikir, Tradisi, Adat Istiadat , Kebiasaan, Kecenderungan Pihak ketiga atau suatu sistem masyarakat, bangsa, hal-hal tak terduga diluar kendali manusia.

Dapat disebabkan secara personal oleh pelaksana langsung maupun tidak langsung, dan atau dapat terjadi karena adanya kejadian atau permintaan khusus secara tiba-tiba, diluar dari rencana awal atau akibat kejadian secara tiba-tiba, terjadi diluar dari rencana awal dan atau tidak  dikehendaki, kejadian Tak Terduga ,  baik oleh pelaksana dan atau oleh pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung, adanya pesan khusus tiba-tiba untuk mendukung  ataupun penolakkan, pembatalan, atau perubahan, suatu rencana, tindakkan, keputusan, dapat terjadi dalam kurun waktu dekat dan atau dalam periode yang cukup lama, akibat keterbatasan , Pola Pikir , Daya Pikir, belum Terpikirkan

10. KELALAIAN

Lebih disebabkan oleh Keterbatasan Personal , dapat juga disebabkan oleh Hal diluar Kuasa manusia 

11. PENYELESAIAN

Tindakan, daya upaya berupa Hasil dari Keseluruhan Proses yang didasari oleh suatu Komitmen, Perikatan, Perjanjian yang menghasilkan suatu Kesimpulan, Hasil Akhir, Penemuan,  Ilmu Pengetahuan, Tindakkan  , yang sangat berharga, bermanfaat bagi Pengambil Keputusan dan Pelaku Tindakan, juga bermanfaat bagi masyarakat umum.

ANALISA KHUSUS

Memberikan Petunjuk dan Pengarahan, Antisipasi (penetapan langkah-langkah), Preventif (tindakkan pencegahan sejak dini) sebelum Perencanaan, Pengambilan Keputusan atau Tindakkan.

 

PENYEBAB KEGAGALAN

Setiap manusia disepanjang hidupnya pasti akan mengalami Proses Kehidupan yaitu Mengalami Kematian dan Kebangkitan 

Faktor Kecenderungan manusia untuk Berbuat Dosa , sehingga manusia tidak mengetahui, tidak mengerti, keterbatasan pengetahuan, kemampuan, potensi, pola dan cara, metode berpikir, tradisi, kebudayaan, ruang gerak, waktu, tempat, tenaga, pelaksana, kelompok, tidak dapat melakukan fungsinya karena keterbatasan ,  timbulnya hambatan dari keadaan, orang sekitar, lingkungan, peraturan, regulasi yang berlaku, warisan dosa (kecenderungan dosa), kondisi alam semesta, kejadian Alam , kejadian tak terduga lainnya.

Faktor Penyebab Kegagalan Secara Langsung dan Tidak Langsung,  diantaranya :

1. Dominan akibat kejahatan dari luar diri (sisi gelap dunia) 

2. Kebutaan dan keterbatasan dari dalam diri seperti kebutaan ilmu pengetahuan, kebutaan medan perang, Gangguan Kesehatan.

3. Kelemahan Daya Tangkap dalam menerima Informasi dan Komunikasi, Kelalaian Para Pihak dalam Menindak Lanjuti.

4. Ketidak pedulian orang terdekat dan lingkungan sekitar.

5. Keterbatasan Ruang, Waktu, Energi, ketelitian, kesadaran, konsentrasi, dll.

6. Keterbatasan Keuangan.

7. Terbatasnya kemampuan berpikir seseorang ( daya pikir, kekuatan berpikir ), daya tampung pikiran.

8. Kebiasaan Terburuk adalah menunda pekerjaan dan tidak menyelesaikan pekerjaan hingga akhir (tuntas dengan segera).

9. Tidak ada komunikasi yang baik, terbuka, berlanjut, satu dengan yang lain. Buruknya sistem komunikasi dan karakter dasar (bawaan) setiap pribadi, anggota keluarga, relasi, tim, golongan, kelompok.

10. Kebutaan, Kelalaian, Kurang (Terbatasnya) Informasi, Tidak mau mendengar, tidak mau menerima pendapat (petunjuk) dari orang lain, kesombongan, bebal, kemalasan, ketidak pedulian, lemahnya daya ingat, lemahnya struktur, sistem, prosedur, kegagalan implementasi  akibat  perbedaan pola pikir, perbedaan sisi pandang, perbedaan cara melihat, kesalahan penterjemahan, kesalahan, buruknya komunikasi (Lihat Pengetahuan: Kegagalan Komunikasi), Tingkat Kepekaan, kedisiplinan, kedewasaan dan kebijaksanaan setiap pribadi, adat istiadat dan latar belakang pendidikan, karakter yang buruk akibat trauma, keadaan dan kondisi lingkungan serta tekanan dari lingkungan sekitar selama masa tumbuh  kembang, faktor genetik, kelainan organ, penyakit psikis bawaan, 

11. kecenderungan dosa asal setiap pribadi, dosa asal keluarga, kecenderungan dosa asal masyarakat, bangsa, dan negara disesuaikan dengan wilayah tempat kediaman dan domisili. 

12. Ketidaksiapan, pelanggaran, penyimpangan secara sadar atau tidak sadar yang berasal dari pihak ke-3, hal-hal tak terduga, dapat juga disebabkan oleh kondisi lingkungan, alam semesta yang tidak mendukung, regulasi, dan sejenisnya secara langsung atau tidak langsung merugikan, merusak jadwal, rencana, arah, tujuan yang sudah ditetapkan. Sehingga menghambat, bahkan dapat menjadi ancaman dalam pelaksanaan bahkan dapat menggagalkan, merusak jadwal, rencana, arah dan tujuan yang telah ditetapkan.

Titik Puncak sebelum melakukan tindakkan yaitu Pengambilan Keputusan.

Analisa Menyeluruh ,Detail, Berkelanjutan , Berpikir Kritis dalam waktu yang singkat, wajib dilakukan sebelum Pengambilan Keputusan, meliputi analisa seluruh aspek dari seluruh sisi pandang dan pendapat, keadaan para pihak, keadaan keuangan, cara berpikir, kesatuan pola pikir,  ruang lingkup, regulasi, faktor yang dapat timbul dari pihak ketiga, hal-hal tak terduga, hal-hal yang tidak diketahui atau tidak, belum terpikirkan, keadaan dan kondisi lingkungan, cuaca, reaksi alam, resiko akibat pelanggaran dan kelalaian ,kecerobohan, serta kegagalan tak terduga lain, sakit, kecelakaan, kematian,  kehilangan sebagai hasil atau dampak kebutaan, ketidak tahuan, penguasaan diri, kelemahan dan keterbatasan, penguasaan emosi, kedewasaan, kebijaksanaan, kurangnya ilmu pengetahuan,   kurangnya pergaulan, tingkat kematangan iman dan emosi, pengendalian diri, hambatan, kegagalan atau resiko yang timbul dari pihak ketiga, pihak eksternal,  faktor pertumbuhan ekonomi global, tradisi masyarakat sekitar, kebiasaan baik dan buruk, jumlah pelaksana, kualitas dan tingkat tanggung jawab para pelaksana, persentase tingkat perubahan dan perbaikkan, atau persentase kerusakkan dan kegagalan, faktor penghambat dan faktor penyebab kegagalan dan kerusakkan, kehilangan,  penghapusan, sanksi dan resiko lainnya, kemampuan daya tampung, kemampuan daya pikir penerima manfaat, kemampuan pembuat rencana dan pengambil keputusan dalam menjalani, melakukan pengontrolan, penyelesaian pelaksanaan, antisipasi dan penanggulangan resiko dan hal-hal tak terduga lainnya, keadaan fisik, kesehatan, kondisi dan daya tahan tubuh dan mental terhadap reaksi yang timbul saat sekarang dan dikemudian hari, tingkat kejujuran dan tanggung jawab, kebenaran, keamanan dan kerahasiaan informasi serta keamanan, kesejahteraan para pihak terkait, pihak yang memilikki kepentingan dan penerima manfaat, harus dianalisa secara mendalam dan menyeluruh bagi kepentingan pembuat rencana, pengambil keputusan, pelaksana dan para pihak yang terlibat ,terkait, pihak-pihak yang memilikki kepentingan serta pihak penerima manfaat ataupun perhatian khusus bagi pihak yang tidak memilikki kepentingan.

Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan dapat berakibat Fatal yaitu :

Dapat disebabkan oleh Kecelakaan,                Hal-hal diluar Kuasa Manusia

KEPASTIAN SEJATI

Mengenal, mengikuti dan mencintai Tuhan adalah Kepastian Sejati.

Masuk dan tinggal dalam TerangNya yang kudus membawa kita pada Ketenangan Jiwa dan Kekudusan sehingga kita dapat mengetahui Kebenaran Sejati.

Kebenaran Sejati adalah hidup yang berkenan dihadapanNya  sehingga kita dapat mengetahui dan melakukan KehendakNya.

Mengenal, mencari, mengikuti untuk dapat tinggal dalam HadiratNya yang kudus agar dapat mengandung dan melahirkan Yesus sehingga kita dapat merasakan kehadiranNya dalam Hidup kita.

Percayakanlah hidupmu kepada Tuhan, maka Ia akan bertindak.

Selalu berusaha mengenal dan mencintai Tuhan serta mengenal dan mencintai sesama makhluk Ciptaan 

(Yoh 15:14-15)

14) Kamu adalah sahabatKu, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 

15) Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, Karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari BapaKu. 

JANGAN MELUPAKAN TUHAN DALAM PERENCANAAN

(Yak 4:14-17)

14) Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? 

Hidupmu itu sama seperti UAP yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 

15 Sebenarnya kamu harus berkata:” Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” 

16) Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 

17) Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia  tidak melakukannya, ia berdosa. 

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN TUHAN

(Sir 15:11-17)

11) Jangan berkata: “Tuhanlah yang membuat aku murtad.” sebab Ia tidak perbuat apa yang dibenciNya. 

12) Jangan berkata: “Tuhanlah yang menyesatkan daku,” sebab Tuhan tidak membutuhkan orang berdosa. 

13) Apa yang keji dibenci oleh Tuhan pun pula tidak diperkenankan oleh mereka yang takut kepadaNya. 

14) Pada awal mula Tuhan menjadikan manusia serta menyerahkannya kepada keputusannya sendiri. 

15) Asal sungguh mau engkau dapat menepati hukum, dan berlaku setiapun dapat kaupilih. 

16) Hidup dan mati terletak di depan manusia, apa yang dipilih akan diberikan kepadanya. 

17) Api dan air telah ditaruh oleh Tuhan di hadapanmu, kepada apa yang kaukehendaki dapat kau ulurkan tanganmu.

KEHENDAK TUHAN

 

(Dan 4:35)

35) Ia berbuat menurut KEHENDAKNYA terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; Dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tanganNya dengan berkata kepadaNya: “Apa yang Kau buat?”  

(Mzm 103:19-22)

19) TUHAN sudah menegakkan takhtaNya di sorga dan kerajaanNya berkuasa atas segala sesuatu. 

20) Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikatNya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang MELAKSANAKAN FIRMANNYA dengan MENDENGARKAN SUARA FIRMANNYA. 

21) Pujilah TUHAN, hai segala tentaraNya, hai pejabat-pejabatNya yang melakukan KEHENDAKNYA. 

22) Pujilah TUHAN, hai segala buatanNya, di segala tempat kekuasaanNya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! 

PEKERJAAN YANG BAIK

(Tit 3:8)

8) Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha MELAKUKAN PEKERJAAN YANG BAIK . Itulah yang baik dan berguna bagi manusia.

PETUNJUK ALLAH 

(Kel 18:15-16,20)

15) Sebab bangsa ini datang kepadaku untuk menanyakan petunjuk Allah. 

16) Apabila ada perkara di antara mereka, maka mereka datang kepadaku dan aku mengadili antara yang seorang dan yang lain; lagipula aku memberitahukan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan Allah.” 

20) Mengajarkan kepada mereka  ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan.

FIRMAN TUHAN 

(2Kor 4:3)

3) Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa  

BERDOA DAN BEKERJA 

 (2Tes 3:10)

10) Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: Jika seorang tidak mau bekerja , janganlah ia makan  

DOA BESAR KUASANYA 

(Yak 5:15-18)

15) Dan doa yang lahir dari Iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. 

16) Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, Supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. 

17) Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, Supaya hujan jangan turun, Dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. 

18) Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya.  

A. KELUARGA

1. Pranikah

    Pentingnya Arah dan Tujuan serta kesepakatan tertulis sebelum pernikahan. Dalam mengantisipasi perbedaan pendapat dan mencegah timbulnya perselisihan dan perpecahan. 

2. Parenting

    Pentingnya membina Komunikasi Bathin dengan Pencipta dan anggota keluarga

3. Menggali Potensial & Skill

    Pentingnya mengetahui sedini mungkin potensial dan skill yang dimiliki anak, agar orang tua tidak salah dalam mengarahkan dalam menentukan jalur pendidikkan, pekerjaan.

4. Mengukur Potensial

    Mengetahui kemampuan dalam diri sedini mungkin, memberikan keuntungan mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam diri dan tindakkan antisipasi sejak awal.

Komunikasi, relasi yang baik dan terarah, baik dari dalam diri maupun dalam lingkungan dan sosialisasi yang tetap terpusat dan tertuju kepada ketetapan dan peraturan Sang Pencipta.

 

B. KEUANGAN 

1. Menemukan KehendakNya dalam Keterbatasan dan Kesulitan Hidup

Adalah untuk Saling Berbagi , Tolong Menolong merupakan Tindakkan Menghadirkan Allah bagi sesama

Berdoa senantiasa, mendengar suara Tuhan, mencari dan menemukan KehendakNya serta melakukan Perintah dan SabdaNya.

2. Menemukan Arah dan Jalan Hidup yang tepat sesuai KehendakNya

Menggali potensial, menemukan dan menentukan arah, mengukur kemampuan ,  Pengambilan Keputusan, memilikki komitment dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan sesuai kesepakatan lisan dan tertulis. 

Dalam waktu singkat , pada saat yang tepat, dengan cara yang benar, teratur, terkendali, terkontrol dan terukur. Yang terpusat kepada KehendakNya.

 

C. HARTA

1. Legalitas Aset

Merapikan dokumen legalitas, kepemilikkan aset, mendata ulang, mereview  dokumen,  menyusun dokumen aset dan dokumen pendukung lainnya. 

2. Management Aset

Pengelolaan berdasarkan umur aset. Pendaya gunaan aset secara maksimal . Perbaikkan Aset dan Management Sistem , tidak terlepas kepada KehendakNya.

 

D. PENYELESAIAN

Penanggulangan, komunikasi para pihak, Tindakkan Kerendahan Hati dan Kebesaran Hati dari Para Pihak untuk Berdamai, dalam merealisasikan Keputusan Terakhir demi Kebaikkan Bersama

  • Share :

Tinggalkan Balasan

//
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
👋 Hi, how can I help?